Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit (Kantor Induk)

Jl. Pramuka No. 67 Sampit Kalimantan Tengah Telp 0531-2060040

Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Kumai

Jl. Pemuda Kumai Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Telp 0532-61199

Wilayah Kerja Bandara H. Asan Sampit

Jl. Samekto Baamang Sampit Kalimantan Tengah

Wilayah Kerja Bandara Iskandar Pangkalan Bun

Jl. Iskandar Pangkalan Bun Kalimantan Tengah

Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Kuala Pembuang, Pelabuhan Laut Sukamara, Pelabuhan Laut Pangkalan Bun

Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Kotawaringin Barat

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit

Jl. Pramuka No. 67 Sampit Kalimantan Tengah 74322, Telp/Fax..0531-2060040, email : kkp.sampit@gmail.com

Jumat, 17 April 2026

Dari Predikat WBK Kementerian Kesehatan BKK Sampit Siap Menuju WBK Tingkat Nasional

 


Tahun 2024 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit berhasil meraih Piagam Penghargaan dari Bapak Menteri Kesehatan RI sebagai satker dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi ( WBK) Tingkat Kementerian Kesehatan. Dan Tahun 2026,Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit mendapatkan kesempatan untuk diusulkan  sebagai salah satu UPT bidang Kekarantinaan Kesehatan menuju WBK Tingkat Nasional. Hal ini tentunya melalui beberapa tahapan persiapan & proses  penilaian :

* Penilaian Mandiri , dengan hasil = 94,37

* Penilaian Pendahuluan oleh Eselon I ,dengan hasil = 87,99

* Untuk selanjutnya akan dilakukan Desk Evaluation oleh Tim Penilai Internal ( TPI) Kementerian Kesehatan


Adapun manfaat penilaian WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) tingkat nasional tidak hanya tentang predikat, tapi juga berdampak langsung pada tata kelola dan kualitas layanan di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit.

1. Mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih

2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik

3. Memperkuat budaya kerja berintegritas

4. Meningkatkan kepercayaan publik

5. Menjadi tolok ukur reformasi birokrasi

6. Memperoleh pengakuan dan motivasi kinerja

7. Perbaikan berkelanjutan


Capaian yang telah diraih pada tahun 2024 menjadi landasan kuat bagi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit untuk terus melangkah maju. Kesempatan menuju predikat WBK Tingkat Nasional tahun 2026 bukan hanya menjadi target, tetapi juga wujud komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Melalui setiap tahapan penilaian yang dijalani, diharapkan seluruh jajaran semakin memperkuat sinergi, integritas, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit optimis dapat meraih hasil terbaik sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung reformasi birokrasi di sektor kesehatan.


- dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati - 


Jumat, 10 April 2026

Internalisasi KALBU dalam Kaderisasi Kepemimpinan Unggul

 


Latar Belakang

Untuk meningkatkan kualitas kinerja pegawai serta mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, disiplin, dan berintegritas sekaligus mendukung percepatan budaya kerja Kementerian Kesehatan (eksekusi efektif, cara kerja baru, pelayanan unggul), Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit, dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati, menggagas inovasi Budaya Kerja KALBU ( Konsisten Adil Loyal Bersih dan Unggul ) sejak 23 November 2023. Budaya Kerja KALBU terdapat nilai-nilai kerja yang menjadi pedoman bagi seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, dirancang lokal di lingkungan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit untuk menumbuhkan kebersamaan yang positif serta menciptakan lingkungan kerja harmonis dan produktif.

Kata “KALBU” dipilih sebagai akronim sekaligus simbol nilai budaya kerja. Ini bukan sekedar nama, tapi membawa makna mendalam dan mudah diingat oleh seluruh pegawai. Selain itu, kata “kalbu” ( Qolbu ) dalam bahasa Indonesia berarti hati nurani, sehingga:

  • Menunjukkan bahwa nilai-nilai ini harus tertanam di hati setiap pegawai
  • Menekankan pendekatan manusiawi dan emosional dalam membangun budaya kerja: kerja tidak hanya sekadar tugas, tapi juga dilakukan dengan niat baik, kesadaran, dan kepedulian

Internalisasi nilai-nilai KALBU menjadi pondasi dasar dalam kaderisasi kepemimpinan unggul, menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu meneladani nilai konsisten, adil, loyal, bersih, dan unggul dalam setiap tindakan.

Manfaat

Manfaat dari penerapan Budaya Kerja KALBU dapat dibagi menjadi beberapa aspek, baik untuk pegawai, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit, maupun masyarakat:

1. Manfaat untuk Pegawai

  • Meningkatkan kedisiplinan ,konsistensi kerja dan integritas
  • Menumbuhkan sikap adil dan loyalitas
  • Meningkatkan motivasi , kompetitif positif , kepuasan kerja dan prestasi

2. Manfaat untuk Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit

  • Lingkungan kerja lebih harmonis dan produktif serta kerja sama tim lebih kuat
  • Budaya profesional dan transparan dalam pelaksanaan tugas
  • Meningkatkan reputasi dan kredibilitas
  • Pondasi dasar untuk mempersiapkan/  kaderisasi kepemimpinan unggul

3. Manfaat untuk Masyarakat

  • Pelayanan profesional dan optimal
  • Meningkatkan kepercayaan publik


Unsur- unsur Nilai KALBU

Nilai- nilai yang tertuang dalam budaya kerja KALBU (Konsisten Adil Loyal Bersih dan Unggul):

1. Konsisten  : Kesesuaian antara ucapan dan tindakan sehari-hari yang ditunjukkan oleh pimpinan sebagai role model maupun seluruh pegawai yang dilakukan secara berkelanjutan sesuai aturan yang berlaku.

2. Adil : Bertindak objektif dan transparan dalam setiap keputusan dan interaksi, menghargai hak serta kewajiban semua pihak tanpa diskriminasi, tidak hanya terhadap rekan kerja tetapi juga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

3. Loyal : Menunjukkan kesetiaan terhadap organisasi, pimpinan, mendukung rekan kerja dan kebijakan institusi dengan penuh tanggung jawab.

4. Bersih : Menjaga integritas, etika, dan profesionalisme dalam setiap tindakan, serta menghindari perilaku yang merugikan organisasi , masyarakat dan negara

5. Unggul : Meningkatkan kompetensi diri untuk memberikan hasil terbaik, tidak hanya dalam kinerja internal, tetapi juga dalam memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat, serta mendorong inovasi untuk kemajuan organisasi serta pelayanan publik.


Prestasi & Hasil :

Dampak sejak penerapan budaya kerja KALBU di Lingkungan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit :

1. Meningkatkan kedisiplinan dan integritas pegawai
2. Menciptakan lingkungan kerja lebih harmonis
3. Prestasi : perolehan 30 piagam penghargaan ( 25 piagam prestasi dan 5 piagam apresiasi ),sebagai berikut  :  4 piagam penghargaan dari Kementerian Kesehatan ( WBK Kemenkes 2024, KIP 2024, PEKPPP 2025, JFK Awards 2025 ), dari KPPN Sampit dan Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Tengah serta instansi lainnya
4. Inovasi : bertambahnya inovasi semula 2 inovasi menjadi 14 inovasi yang sangat mendukung tugas pokok dan fungsi di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit

Penutup

Internalisasi KALBU dalam kaderisasi kepemimpinan unggul membutuhkan proses berkesinambungan, kesabaran, komitmen bersama, saling mengingatkan, serta monitoring dan evaluasi. Semua ini menjadi kunci agar budaya kerja KALBU tidak sekadar slogan, tetapi nyata dalam tindakan sehari-hari, bermanfaat bagi sesama, dan selaras dengan budaya kerja Kementerian Kesehatan.

Mari Satukan Langkah, Bersama Kita Pasti Bisa

Salam KALBU


Testimoni Perubahan di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit setelah di terapkan Budaya Kerja KALBU

1. Fathurahman, S.Kom ( Plt. Kasubbag. Administrasi Umum )

Bekerja di lingkungan yang menjunjung tinggi budaya KALBU membuat saya merasa aman dan termotivasi dalam bekerja. Budaya KALBU bukan sekadar slogan, tapi perilaku nyata. Saya bangga menjadi bagian dari tim yang menjunjung nilai KALBU dalam bekerja.

Bagi saya, KALBU adalah kompas profesionalisme. Dengan sikap Konsisten dan Adil, setiap tantangan akan mudah terlewati. Budaya Bersih dan Loyal menjaga integritas kami, sementara semangat Unggul memastikan kami selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara.

2. Hanariyannie, SKM ( Ketua Tim Kerja 5 : Layanan Publik dan Zona Integritas)

Dengan simbol "hati" mengingatkan Pegawai BKK Sampit lebih konsisten dalam disiplin waktu bekerja, lebih bugar dengan adanya jumat sehat. Semua pegawai diberikan kesempatan yg sama untuk maju tanpa membedakan. Loyalitas total dalam menjalankan tugas dengan optimal. Dengan adanya Role model dr pimpinan berperilaku “Bersih” bisa dilaksanakan kepada seluruh pegawai. Adanya inovasi yg berkelanjutan sampai sekarang dan piagam-piagam  yang diperoleh adalah hasil dari kerja keras kerja cerdas seluruh pegawai BKK Sampit semoga BKK Sampit lebih maju lagi memberikan pelayanan terbaik.

Dampak yang dirasakan secara pribadi  : Menjadi ASN yang lebih aktif, inovatif, kolaboratif dalam Tim dan bisa diandalkan.

3. M. Tomi Bastian, Amd,KL ( Tim PPID/ Inovator )

Bagi saya budaya kerja KALBU (Konsisten, Adil, Loyal, Bersih, dan Unggul), mengubah pemahaman saya tentang apa itu loyalitas di dalam bekerja. Melalui penerapan budaya kerja KALBU di BKK Sampit, saya belajar bahwa loyalitas tidak hanya tentang bertahan untuk memberi, tetapi juga tentang integritas dan sikap bersih dalam menjalankan tugas. Dalam penerapan Budaya Kerja ini juga mendorong saya untuk terus berinovasi, memotivasi diri, dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.”


- dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati -



Senin, 16 Maret 2026

Kunjungan Kerja Gubernur Kalimantan Tengah Di Bandara H. Asan Sampit dan Pelabuhan Laut Sampit

 


Gubernur Kalimantan Tengah, Bapak Agustiar Sabran, melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kesiapan sarana prasarana transportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada hari Senin, 16 Maret 2026. Kunjungan ini dilakukan secara terpadu bersama jajaran Forkopimda dan pejabat terkait, antara lain: Kapolda Kalteng (Irjen Pol Iwan Kurniawan) ,Pangdam XXII/Tambun Bungai (Mayjen TNI Zainul Arifin) ,Anggota Komisi V DPR RI (Muhammad Syauqie), Bupati Kotawaringin Timur (Halikinnor), Pj. Sekda Kalteng (Leonard S. Ampung).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit; Ibu dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati beserta tim, turut serta hadir mendampingi. Bandara H. Asan Sampit dan Pelabuhan Laut Sampit merupakan pintu masuk di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit.

Peran Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit dalam arus mudik Lebaran 2026 :

  • Pengawasan Kesehatan di pintu masuk negara ( pelabuhan dan bandara ) tetap berjalan sesuai standar serta memastikan kesiapan posko kesehatan untuk melayani pemudik yang memerlukan bantuan medis.

  • Pengawasan sanitasi alat angkut yang bertujuan mencegah risiko terjadinya  penularan penyakit.

  • Sinergi dan kolaborasi antar lintas sektor terkait ( UPBU, KSOP, Pelindo, Dinas Kesehatan, RS, dll ) dalam pelaksanaan posko terpadu selama pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026.

Lokasi pemantauan :

  • Bandara H. Asan Sampit : Peninjauan ruang tunggu dan operasional penerbangan sebagai salah satu jalur utama mudik cepat.

  • Pelabuhan Laut Sampit: Gubernur mengecek kesiapan kapal dan fasilitas pelayanan penumpang dan naik ke atas kapal untuk berdialog langsung dengan pemudik dan kapten kapal guna memastikan standar keselamatan terpenuhi.


- dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati -



Senin, 26 Januari 2026

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan IV Tahun 2025

 


Salam KALBU

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) adalah kegiatan pengukuran secara komprehensif tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Pelaksaan Survei Kepuasan Masyarakat di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit periode Triwulan IV Tahun 2025 dilaksanakan pada bulan Oktober s.d Desember tahun 2025 dengan responden sejumlah 30 responden yang tersebar di Kantor Induk dan Wilayah Kerja yang terdiri dari para jamaah umroh, agen pelayaran serta masyarakat pelabuhan / Anak Buah Kapal (ABK). Adapun sebaran responden berdasarkan jenis pelayanan dan lokasi pelayanan yang mengikuti pelaksanaan survei kepuasan masyarakat triwulan IV tahun 2025 sebagai berikut :

Untuk responden survei kepuasan masyarakat pengguna jasa di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit dihimpun dengan menggunakan media google form dengan alamat : https://link.kemkes.go.id/LaporBKKsampit atau melalui scan QR Code yang telah disediakan di Pos Pelayanan Terpadu di Kantor Induk dan di Wilayah Kerja. Instrumen penilaian menggunakan Permenpan Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.

Penilaian meliputi sembilan unsur yaitu :

1. Persyaratan

2. Sistem, Mekanisme dan Prosedur

3. Waktu Penyelesaian

4. Biaya/ Tarif

5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan

6. Kompetensi Pelaksana

7. Perilaku Pelaksana

8. Sarana dan Prasarana

9. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan

Secara keseluruhan pelayanan di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit menghasilkan Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 88,430 dengan konversi Mutu Pelayanan termasuk dalam kriteria A (Sangat Baik). Hasil Survei Triwulan IV tahun 2025 ini jika dibandingkan triwulan sebelumnya mengalami peningkatan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat pada triwulan sebelumnya dengan nilai IKM  87,968.

Berdasarkan nilai IKM pada triwulan IV tahun 2025 ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih baik lagi bagi pelayanan di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit khususnya dalam memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh pengguna jasa di Lingkungan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit.



Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam pelaksanaan survei kepuasan  masyarakat ini. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan anda menggunakan layanan di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit. Semoga hasil yang telah kami dapatkan dalam penilaian periode ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak terutama dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas  pelayanan di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit.


- Ranita, S.M. -





Rabu, 21 Januari 2026

"Membangun Organisasi Hebat dari Hati" Catatan dari Townhall Kemenkes 2026



Mengawali tahun 2026 dengan semangat pembaruan, Kementerian Kesehatan RI kembali menyelenggarakan agenda rutin yang paling dinanti oleh seluruh jajarannya: Townhall Budaya Kerja Kemenkes 2026. Acara yang berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 ini menjadi momentum penting bagi penguatan fondasi transformasi kesehatan nasional melalui aspek yang paling krusial, yakni budaya kerja. Dilaksanakan secara hibrida dari Jakarta dan diikuti secara serentak oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Sabang sampai Merauke, Townhall tahun ini membawa pesan yang lebih mendalam mengenai peran setiap individu dalam organisasi.

Berbeda dengan rapat koordinasi formal, Townhall ini didesain sebagai ruang dialog dua arah yang strategis. Menteri Kesehatan hadir tidak hanya untuk memberikan arahan, tetapi juga untuk mendengarkan langsung aspirasi, tantangan, dan pandangan para pegawai.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit Ibu dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati hadir secara luring bersama salah satu Champion : Mohammad Tomi Bastian, Amd.KL. Dan berkesempatan berdialog langsung dengan Bapak Menteri Kesehatan RI.

Tujuan utama dari forum ini adalah:

· Memperkuat Komunikasi: Membangun keterlibatan pegawai yang lebih bermakna.

· Sinergi Strategis: Memastikan arah kebijakan transformasi sistem kesehatan dipahami hingga ke level pelaksana terkecil.

· ​Harmonisasi Budaya: Menyelaraskan semangat kerja yang inklusif dan kolaboratif.

· Pesan Utama: Budaya Tumbuh dari Hati

Salah satu sorotan utama dalam acara tersebut adalah pesan dari Menteri Kesehatan mengenai filosofi bekerja. Ditekankan bahwa budaya kerja bukanlah sekadar materi presentasi atau aturan tertulis, melainkan sesuatu yang harus "tumbuh dari hati."

Memasuki tahun 2026, Kemenkes terus memacu enam pilar transformasi kesehatan. Townhall ini menggarisbawahi bahwa efektivitas layanan publik, digitalisasi kesehatan, dan kemandirian hanya bisa dicapai jika didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan berorientasi pada kinerja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Kemenkes—mulai dari tenaga kesehatan di pusat hingga staf di balai-balai kekarantinaan dan pengamanan fasilitas kesehatan—dapat memiliki kesamaan visi. Komitmen yang terbangun dari Townhall ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.



dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati - 


Rabu, 17 Desember 2025

Piagam Penghargaan Pemantauan Dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025 Di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit

 



PEKPPP adalah pengukuran sistematis pada suatu unit kerja dimana unit kerja harus mempunyai kebijakan pelayanan yang telah dimaklumatkan dan dipublikasi, sumber daya manusia yang profesionalisme, sarana dan prasarana standar terpenuhi, sistem informasi yang mudah diakses, tersedia unit konsultasi pengaduan dan adanya inovasi dari unit penyelenggara pelayanan sebagai wujud pemenuhan indikator pelayanan publik. Dari indikator pelayanan publik tadi, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit telah memenuhi kriteria Sangat Baik sebagai unit penyelenggara pelayanan publik.

Berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/A/5121/2025 tentang Penetapan Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelengaraan Pelayanan Publik Mandiri di Lingkungan Kementerian Kesehatan Tahun 2025. Unit Lokus Evaluasi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit, Unit Pembina Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dengan Indeks Pelayanan Publik (IPP) 4,13 untuk predikat Sangat Baik.




Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit berhasil meraih penghargaan Sangat Baik pada penilaian Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaran Pelayanan Publik (PEKPPP) secara Mandiri tahun 2025 oleh Kementerian Kesehatan ini merupakan bentuk capaian dalam kontribusi bersama dan dukungan semua pihak.



Keberhasilan ini menjadi semangat baru untuk terus memberikan pelayanan kekarantinaan yang lebih baik lagi, terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, Bersih dan Akuntabel. Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak. Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit mengajak untuk Mari bersama terus bergerak mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

SALAM KALBU (Konsisten, Adil, Loyal, Bersih dan Unggul)

Hanariyannie, S.K.M -